jump to navigation

Kematangan Dimensi Jiwa Menuju Kemandirian LDK July 6, 2007

Posted by pratama87 in Uncategorized.
3 comments

Begitu sulitnya berdakwah tanpa dana, begitu sulitnya berbuat tanpa legalitas, begitu terpuruknya perangkat kesekretariatan kita, begitu beratnya menggulirkan agenda dengan sedikit SDM(Kader/Anggota), koordinasi lambat, komunikasi tidak efektif dan seterusnya. Itulah pemikiran salah seorang aktivis dakwah kampus yang selama ini telah dan tengah mengalami kesulitan dalam aktivitasnya. Setiap bertemu maka masalah yang terngiang dalam benaknya, setiap berkoordinasi maka keterbatasan yang menyelimuti pemikirannya. Alasan demi alasan, opini demi opini yang didapatkan selalu bermuara pada keterbatasan dan masalah yang tak berujung. Apakah salah berpikir demikian?

Banyak yang berpikir bahwa dana merupakan faktor utama terselenggaranya kegiatan syi’ar. Tidak sedikit yang mengeluh tidak memiliki fasilitas yang memadai untuk beraktivitas dakwah. Dan menjadi hal yang klasik bahwa kekurangan SDM menjadi masalah bagi kita semua dalam pelaksanaan agenda dakwah. Namun, pertanyaannya adalah, apakah dimensi yang kita bicarakan merupakan dimensi primer–dimensi atau parameter inti dalam lembaga dakwah kampus? Maka, saya mengatakan bahwa pemikiran dan keterbatasan di atas bukanlah akar permasalahannya. Pemikiran dan keterbatasan di atas lebih merupakan akibat dari akar permasalahan yang seharusnya kita selesaikan. Karena dana, fasilitas, SDM merupakan dimensi fisik–dimensi sekunder yang terbelenggu ruang dan waktu yang terbatas; ruang dan waktu dalam lingkup yang kecil; ruang dan waktu yang bisa diusahakan dan mudah mengusahakannya ketimbang mengusahakan perbaikan dimensi jiwa.

Oleh karena itu, pada hakikatnya dimensi jiwalah yang menjadi akar permasalahan kita. Karena akar dari perilaku kita di alam nyata adalah jiwa. Inilah yang diajarkan Allah SWT., ”Sesungguhnya Allah tidak mengubah suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. Kalimat di akhir ayat, anfusihim, mengindikasikan jamak dari unsur nafs dan seorang ulama mengatakan nafs di sana mengacu pada kondisi jiwa seseorang. Dengan demikian, perbaikan diri atau Ishlahun nafs merupakan langkah jitu dalam menyelesaikan akar permasalahan kita. Terutama dalam beraktivitas di LDK yang merupakan lingkup kerja dakwah terdekat aktivis dakwah kampus.

Advertisements

Judul Baru June 18, 2007

Posted by pratama87 in Uncategorized.
1 comment so far

Waduh, masih kosong neh

Hello world! June 2, 2007

Posted by pratama87 in Impian Seorang Al-Akh.
1 comment so far